Stevia, Tanaman Pengganti Gula

Stevia (Stevia rebaudiana) merupakan tanaman perdu dengan tinggi 60-90 cm, berbatang bulat, berbulu, beruas, bercabang banyak, dan warnanya hijau. Daunnya tunggal berhadapan, berbentuk bulat telur, berbunga hermaprodit, mahkota ungu berbentuk tabung dan berakar tunggang. Stevia dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 500-1.000 m di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 14-27 oC dan cukup mendapat sinar matahari sepanjang hari. Tanaman ini sudah banyak digunakan oleh masyarakat di daerah Paraguay dan Brasil sejak masa lalu. Namun, penggunaannya baru mulai dikenal luas setelah ‘ditemukan’ dan diperkenalkan oleh ahli botani Antonio Bertoni pada tahun 1887.

Bagian utama yang sering digunakan adalah bagian daunnya. Senyawa utama penyumbang manis yang terkandung di daun stevia adalah Stevioside dan Rebaudioside ATingkat rasa manisnya berkisar antara 100-200 kali dari gula biasa. Selain lebih manis juga tidak memiliki kalori, atau dengan kata lain nilai kalorinya adalah 0 (nol) dan memiliki indeks glikemik yang sangat rendah. Sehingga pemanis ini cocok untuk menggantikan gula yang dikonsumsi oleh penderita Diabetes. Rasa daunnya yang manis ini menyebabkan tanaman stevia dikenal dengan banyak nama lain seperti honey leafsweet leaf of Paraguaysweet leafsweet herbcandy leaf, dan honey yerba.

Tanaman ini telah banyak dibudidayakan di berbagai negara, diantaranya Amerika Serikat dan Jepang. Di Indonesia sendiri, penelitian pengembangan stevia dilakukan sejak tahun 1984 oleh BPP (sekarang Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia) dan menghasilkan bibit unggul klon BPP 72. Daun Stevia klon BPP 72 mempunyai kandungan stevioside 10-12 % dan rebaudioside A 2-3 %. Identifikasi klon unggul didasarkan pada beberapa kriteria, antara lain produksi daun yang tinggi yaitu 3-5 ton/Ha, pembungaan yang lambat, pertumbuhan yang baik, dan kandungan pemanis yang tinggi yaitu antara 11,5 – 16,7 %.

Stevia

Daun Stevia

Manfaat dan Khasiat Daun Stevia

Manfaat dan khasiat daun stevia yang paling diandalkan adalah untuk mencegah penyakit Diabetes. Namun, selain itu juga ada beberapa manfaat lainnya, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Anti kanker
  2. Anti hipertensi
  3. Anti inflamasi
  4. Menangkal efek radikal bebas
  5. Menangkal racun
  6. Mencegah kegemukan
  7. Mencegah sariawan
  8. Menjaga daya tahan tubuh
  9. Menyehatkan jantung

Stevia mendapatkan sertifikat GRAS (Generally Recognized as Safe – “tidak keberatan”) dari FDA (Food and Drug Administration) pada Desember 2008 untuk digunakan sebagai pemanis alami nol kalori untuk produk makanan dan minuman. Di Indonesia, pemanis ini baru dimasukan sebagai aditif makanan dalam bentuk steviol glikosida pada tahun 2012.

Dosis dan Pemakaian

JEFCA (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additive) menyatakan batas konsumsi aman harian untuk stevioside sebesar 5 mg/kg berat badan. Bahkan, berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi stevioside hingga 1.500 mg/hari aman dan tidak menyebabkan efek samping.

Pemanis ini dapat dikonsumsi dalam keadaan segar maupun dalam keadaan kering. Untuk konsumsi dalam keadaan segar, daun dicuci terlebih dahulu kemudian langsung dikonsumsi. Sedangkan untuk konsumsi dalam keadaan kering, daun dibersihkan dari semua kotoran yang menempel, dikeringkan di bawah sinar matahari selama 2-3 hari jika cuaca cerah. Setelah daun cukup kering, kemudian digiling hingga menjadi serbuk. Jika sudah menjadi serbuk, stevia kering siap untuk dikonsumsi.

Demikian sekilas informasi mengenai pemanis alami selain gula tebu yang dapat saya tulis. Semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca yang budiman.

Apabila para pembaca yang budiman memiliki informasi yang lebih lengkap mengenai topik artikel ini, saya dengan sangat senang hati berharap para pembaca yang budiman bisa membagi pengetahuannya dengan saya khususnya dan dengan pembaca lainnya umumnya melalui kolom komentar di bawah.

Print Friendly, PDF & Email

Tulisan ini dipublikasikan di Seri Pemanis Buatan, Seri Pengetahuan Umum dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Stevia, Tanaman Pengganti Gula

  1. ipat berkata:

    pami aya binihna hoyong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *