Keberadaan Awal Manusia di Bumi

Keberadaan Awal Manusia di Bumi

Pernahkah kamu merenungkan tentang awal keberadaan manusia di muka bumi ini? Lebih awal mana keberadaannya antara manusia dengan alam semesta? Bagaimana bentuk fisik manusia yang hidup pada masa tersebut? Apakah bentuk fisik mereka sama dengan kita sekarang ini? Bagaimana pola kehidupan yang dikembangkan oleh manusia yang hidup pada zaman tersebut? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu akan sangat menarik untuk kita kaji bersama-sama dalam pokok bahasan yang akan kita uraikan berikut ini.

Keberadaan alam semesta jauh lebih tua dibandingkan dengan keberadaan manusia. Artinya, alam semesta ini telah lama ada sebelum manusia mulai menghuni permukaan bumi. Manusia diperkirakan mulai mendiami bumi ini pada kala Plestosen, sedangkan menurut usia bumi kala Plestosen merupakan

masa yang paling muda. Untuk lebih jelasnya coba kamu perhatikan bagan di bawah ini!

Keberadaan Awal Manusia di Bumi

Keberadaan Awal Manusia di Bumi

Keberadaan Awal Manusia di Bumi

Keberadaan Awal Manusia di Bumi

Pada masa arkeozoikum, di bumi belum ada tanda-tanda kehidupan. Bumi ini masih merupakan gas yang panas sehingga tidak memungkinkan untuk makhluk hidup dapat bertahan hidup dalam kondisi alam seperti itu. Lama kelamaan akhirnya temperatur gas tersebut akhirnya mulai menurun dan sebagian mulai mengeras membentuk kerak bumi.

Masa palaeozoikum disebut juga sebagai zaman kehidupan purba karena pada masa ini diperkirakan mulai adanya makhluk hidup di bumi ini. Makhluk hidup yang ada pada masa ini masih sangat primitif . Diperkirakan makhluk yang hidup pada masa ini adalah makhluk bersel satu dan masih sangat sederhana.

Masa mesozoikum disebut juga dengan zaman kehidupan madya. Masa ini merupakan fase kedua dari keberadaan makhluk hidup. Pada masa ini diperkirakan mulai hidup binatang-binatang amphibi dan reptil. Binatangbinatang yang berukuran besar seperti dinosaurus, tyranosaurus, dan sejenisnya, hidup pada masa ini sehingga masa ini dikenal dengan sebutan zaman jura.

Manusia diperkirakan belum ada pada masa ini karena kondisi alamnya belum memungkinkan untuk manusia dapat bertahan hidup. Coba kamu bayangkan bagaimana kalau manusia sudah ada pada masa ini dan harus hidup berdampingan dengan makhluk-makhluk lain yang memiliki ukuran tubuh yang sangat besar! Masa kenozoikum dikenal juga dengan zaman kehidupan muda karena merupakan masa termuda dalam usia bumi dan masih berlaku sampai sekarang ini. Masa kenozoikum terbagi dalam dua zaman, yaitu zaman tersier dan zaman kwarter. Pada zaman tersier diperkirakan mulai muncul jenis-jenis binatang baru yang merupakan jenis binatang mamalia. Binatang-binatang berukuran besar lambat laun mulai mengalami kepunahan pada zaman ini.

Namun pada zaman ini diperkirakan manusia belum ada. Keberadaan manusia baru muncul pada zaman kwarter. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil-fosil manusia yang setelah diperkirakan usianya berada pada kala plestosen. Pada plestosen awal ditemukan fosil pithecanthropus mojokertensis yang usianya diperkirakan 1,9 juta tahun. Fosil meganthropus paleojavanicus yang ditemukan di daerah Sangiran usianya antara 2 sampai 1 juta tahun juga diperkirakan hidup pada zaman kwarter pada kala plestosen awal.

Pada masa awal kehidupan manusia, mereka harus menghadapi kondisi alam yang sangat berat. Pada kala plestosen, keadaan bumi belum stabil ditandai dengan sering terjadinya perubahan fisik, yaitu perubahan gerakan bumi baik yang menurun atau pun mengangkat. Pada kala plestosen terjadi tujuh kali perubahan, yaitu empat kali zaman glasial dan tiga kali zaman interglasial.

Keberadaan Awal Manusia di Bumi

Keberadaan Awal Manusia di Bumi

Peristiwa-peristiwa alam yang terjadi pada masa plestosen merupakan tantangan yang sangat berat yang harus dihadapi oleh manusia pada saat itu. Dengan kemampuannya yang masih sangat terbatas, manusia berusaha mempertahankan hidupnya dengan berbagai akal menghadapi tantangan alam dan berusaha mencari makan dengan alat-alat yang masih sangat sederhana. Iklim yang sangat dingin yang terjadi pada masa glasial merupakan salah satu tantangan alam yang memaksa manusia dan hewan berpindah tempat menuju daerah yang iklimnya lebih cocok untuk mereka. Diduga pada masa glasial makhluk-makhluk hidup berpindah atau bermigrasi dari tempat asalnya. Selain didorong untuk mencari iklim yang lebih cocok juga dorongan yang sangat kuat adalah mencari daerah sumber persediaan makanan.

Hal ini dikarenakan manusia yang hidup pada masa tersebut masih tergantung pada alam. Apabila alam tempat mereka telah tidak mampu memberikan persediaan makanan maka mereka akan meninggalkan tempat tersebut dan mencari lagi daerah yang masih bisa memberikan penghidupan pada mereka.

Manusia pada masa ini harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam. Jika mereka tidak mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup sekitarnya maka ancaman kepunahan akan terjadi. Mereka yang mampu bertahan hidup tentu akan sanggup untuk melanjutkan kehidupan dan melahirkan generasi penerus. Kemampuan untuk mempertahankan diri terutama dalam menyesuaikan terhadap kondisi alam yang terus berubah serta kemampuan dalam memperoleh makanan untuk kelangsungan hidup menyebabkan terjadinya perubahan fisik. Hal ini terjadi baik pada binatang, tumbuhan dan juga manusia. Secara perlahan-lahan bentuk fisik manusia mengalami perubahan sehingga mencapai bentuk seperti kita sekarang ini.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan dengan:

  1. Teori Yunan
  2. Perkembangan agama Buddha di Sungai Indus
  3. Peradaban Yunani Kuno
  4. Perkembangan Agama Hindu Dan Kerajaan Gupta
  5. Politik Pemerintahan dan Penyebab Kemunduran Lembah Sungai Indus
Update: 18 August, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>