Penyebab Nyeri Pergelangan Kaki

Pergelangan kaki adalah “berengsel” bersama.
Nyeri pergelangan kaki dapat disebabkan oleh cedera atau penyakit sendi pergelangan kaki.
Tingkat keparahan pergelangan kaki keseleo berkisar dari ringan (yang dapat menyelesaikan dalam waktu 24 jam) sampai berat (yang dapat memerlukan operasi perbaikan).
Tendinitis pergelangan kaki dapat disebabkan oleh trauma atau arthritis inflamasi.

Ada beberapa penyakit lain yang lebih sering menyebabkan nyeri sendi di daerah tangan dibanding penyakit rematik, yaitu penyakit trigger finger, penyakit de Quervain, dan carpal tunnel syndrome. Ketiga penyakit ini lebih sering mengenai wanita dibanding laki-laki.

Penyakit trigger finger terjadi akibat terjepitnya otot jari-jari di daerah telapak tangan.. Gejala yang khas adalah adanya nyeri pada pangkal jari tangan, terutama jika jari-jari digunakan untuk menggenggam. Jari sering seperti ”tersangkut” pada saat dilipat dan terasa nyeri jika diluruskan kembali.

Penyakit De Quervain timbul akibat terjepitnya otot ibu jari tangan. Nyeri terasa di daerah pergelangan tangan di sebelah atas pangkal ibu jari. Rasa nyeri timbul pada saat tangan dipakai menggenggam atau mengangkat sesuatu, misalnya gayung untuk mandi.

Penyebab Nyeri Pergelangan Kaki

Penyebab Nyeri Pergelangan Kaki

Penyebab lain nyeri jari-jari tangan adalah Carpal tunnel syndrome (CTS) yang disebabkan terjepitnya saraf medianus di daerah pergelangan tangan. Gejala CTS yang lebih menonjol dibanding rasa nyeri adalah rasa tebal dan kesemutan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah dan manis; jari kelingking tidak mengalami gejala semacam itu.

Sekali lagi, ketiga penyakit tersebut di atas jauh lebih sering mengakibatkan nyeri sendi jari-jari dan pergelangan tangan dibanding rematik dan asam urat.

NYERI SENDI BAHU & SIKU

Nyeri bahu paling sering diakibatkan oleh penyakit shoulder impingement, yaitu suatu penyakit akibat peradangan otot di dalam sendi bahu. Peradangan tersebut lazim disebabkan oleh robekan serabut-serabut otot di dalam sendi bahu, yang dikenal sebagai rotator cuff.

Gejala penyakit ini adalah bahu terasa nyeri jika lengan diangkat ke arah atas atau ke arah belakang. Penderita mengalami kesulitan melakukan gerakan tertentu, seperti menyisir, mengangkat gayung atau memakai kaos.

Ada dua penyakit penyebab nyeri sendi siku. Penyakit tennis elbow menyebabkan nyeri di daerah sisi luar sendi siku, sementara golfer’s elbow mengakibatkan nyeri pada sisi dalam sendi siku. Sama seperti shoulder impingement, kedua penyakit ini disebabkan oleh peradangan otot akibat peregangan otot secara berlebihan, bukan karena penyakit rematik atau asam urat.

NYERI DI DAERAH KAKI

Selain rematik, asam urat sering dituduh sebagai penyebab nyeri sendi. Asam urat jika menumpuk di dalam sendi dalam bentuk kristal natrium urat memang dapat menyebabkan peradangan dan nyeri sendi. Akan tetapi, sekitar 90% nyeri sendi yang disebabkan oleh asam urat hanya menyerang sendi pangkal ibu jari kaki.

Dengan kata lain, nyeri sendi yang dapat dihubungkan dengan asam urat adalah nyeri sendi yang mengenai pangkal ibu jari kaki. Asam urat jarang mengakibatkan nyeri pada sendi yang lain, meskipun juga dapat menyerang sendi siku dan jari-jari tangan serta pergelangan kaki.

Penyebab utama nyeri di daerah kaki adalah plantar fasciitis dan Achilles tendonitis, bukan asam urat atau rematik. Kedua penyakit ini disebabkan oleh peradangan otot di daerah kaki.

Plantar fasciitis menyebabkan nyeri pada telapak kaki (sisi bawah tumit), khususnya ketika bangun pada pagi hari yang biasanya berkurang setelah kaki digunakan berjalan beberapa waktu. Sementara Achilles tendonitis menyebabkan nyeri pada ujung belakang tumit. Kedua penyakit ini bukan merupakan penyakit rematik

NYERI PINGGUL & LUTUT

Sendi pinggul dan lutut adalah dua sendi yang paling sering terasa nyeri karena paling banyak menerima beban. Penyebab utama nyeri kedua sendi tersebut juga bukan penyakit rematik atau asam urat.

Pada usia di bawah 45 tahun, penyebab utama nyeri kedua sendi ini adalah peradangan otot dan kapsul pembungkus sendi akibat peregangan yang berlebihan, seperti misalnya karena olah raga atau terpeleset. Sementara di atas umur 45 tahun, penyebab utama nyeri kedua sendi tersebut adalah pengapuran sendi (osteoartritis), bukan penyakit rematik atau asam urat, seperti keyakinan banyak orang

Pengapuran sendi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh menipisnya tulang rawan sendi. Tulang rawan berfungsi melapisi setiap ujung tulang pembentuk sendi, sehingga sendi dapat bergerak bebas tanpa rasa sakit. Jika tulang rawan tersebut menipis, ujung tulang tidak dilapisi lagi oleh tulang rawan dan akan saling bergesekan secara langsung sehingga mengakibatkan rasa nyeri.

GEJALA PENGAPURAN SENDI

Gejala pengapuran sendi stadium dini biasanya berupa nyeri dan kekakuan sendi setelah lama tidak bergerak, seperti setelah bangun tidur atau duduk dalam waktu yang lama. Sendi lutut juga terasa sakit apabila digunakan beraktivitas, seperti berjalan dalam waktu yang lama, naik-turun tangga, atau berjongkok. Sering terdengar bunyi “krek-krek” pada saat sendi lutut digerakkan.

Pada stadium yang lebih berat, rasa sakit tidak hanya dirasakan ketika beraktivitas, tetapi juga pada saat istirahat. Pada stadium yang lanjut, selain rasa sakit yang semakin hebat, sendi lutut menjadi kaku dan bengkok seperti huruf O atau huruf X. Penderita pengapuran sendi yang berat lazim berjalan pincang.

Pada foto Rontgen, celah sendi yang mengalami pengapuran senditampak lebih sempit dibanding celah sendi yang normal sebagai akibat penipisan tulang rawan sendi. Hasil foto Rontgen inilah yang lazim digunakan untuk menentukan berat ringannya (stadium) pengapuran sendi. Ada 4 stadium pengapuran sendi; stadium 1 dan 2 dikategorikan sebagai pengapuran sendi ringan, sementara stadium 3 dan 4 sebagai pengapuran sendi yang berat.

Pengobatan

Pengobatan pengapuran sendi berbeda-beda tergantung stadiumnya. Pengapuran sendi derajad ringan (yaitu stadium 1 dan 2) masih dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, seperti menurunkan berat badan dan pemberian obat berupa (1) obat anti-radang dan anti-nyeri, (2) suplemen yang mengandung glukosamin dan kondroitin sulfat untuk menumbuhkan tulang rawan, (3) obat pelumas sendi yang perlu disuntikkan ke dalam sendi, serta (4) operasi dengan kamera dan alat khusus yang dimasukkan ke dalam sendi melalui sayatan kecil untuk membersihkan permukaan tulang rawan sendi yang berserabut dan membuang “kotoran” lain di dalam sendi. Operasi semacam ini disebut “arthroscopic debridement”.

Injeksi pelumas sendi dan glukosamin hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi derajad ringan (stadium 1 dan 2). Untuk pengapuran sendi derajad berat (stadium 3 dan 4) obat tersebut tidak bermanfaat karena tulang rawan sendi telah menipis dan bahkan hilang sama sekali sehingga tidak ada lagi tulang rawan yang tersisa untuk dilumasi dan ditumbuhkan lagi.

Banyak pasien yang kecewa telah mendapat suntikan obat pelumas sendi, tetapi tidak sembuh. Banyak diantaranya mendapat suntikan 5 sampai 10 kali pada kedua lututnya, tetapi tetap terasa nyeri. Hal ini disebabkan karena mereka telah mengalami pengapuran sendi stadium 3 atau 4, sehingga bentuk pengobatan untuk stadium 1 dan 2 tersebut tidak bermanfaat lagi.

Bagaimana pergelangan kaki dirancang, dan apa fungsinya pergelangan kaki itu?

Pergelangan kaki adalah “berengsel” sendi mampu bergerak kaki dalam dua arah utama: jauh dari tubuh (plantar fleksi) dan menuju tubuh (dorsofleksi). Hal ini dibentuk oleh pertemuan tiga tulang. Akhir tulang kering dari kaki (tibia) dan tulang kecil di kaki (fibula) memenuhi tulang besar di kaki, yang disebut talus, untuk membentuk pergelangan kaki. Ujung tulang kering (tibia) membentuk bagian dalam pergelangan kaki, sementara ujung fibula membentuk bagian luar dari pergelangan kaki. Hard, kurus tombol-tombol di setiap sisi pergelangan kaki disebut malleoli tersebut. Ini memberikan stabilitas sendi pergelangan kaki, yang berfungsi sebagai sendi menahan beban bagi tubuh selama berdiri dan berjalan.

Ligamen di setiap sisi pergelangan kaki juga menyediakan stabilitas dengan erat tegap bagian luar pergelangan kaki (lateral maleolus) dengan jaminan ligamen lateral dan bagian dalam pergelangan kaki (medial maleolus) dengan jaminan ligamen medial. Sendi pergelangan kaki dikelilingi oleh kapsul sendi fibrosa. Tendon yang melekat otot-otot besar kaki untuk membungkus kaki sekitar pergelangan kaki baik dari depan dan belakang. Tendon besar (Achilles tendon) dari otot betis lewat di belakang pergelangan kaki dan menempel di bagian belakang tumit. Sebuah tendon besar otot kaki (tendon tibialis posterior) lewat di belakang maleolus medial. The peroneal tendon lewat di belakang maleolus lateral melampirkan ke kaki.

Pergelangan kaki normal memiliki kemampuan untuk menggerakkan kaki, dari posisi sudut kanan netral sampai sekitar 45 derajat fleksi plantar dan sekitar 20 derajat dorsofleksi. Otot-otot yang kuat yang menggerakkan pergelangan kaki berada di depan dan belakang bagian kaki. Otot-otot ini berkontraksi dan rileks selama berjalan.
Mencegah Nyeri Kaki dan Pergelangan Kaki

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk tindakan pencegahan:

● Dengan memilih sepatu yang pas, Anda bisa menghindari dan mencegah terjadinya nyeri kaki dan pergelangan kaki.

● Perhatikan bentuk dan ukuran kaki Anda. Kaki tidak boleh dipaksa untuk sesuai dengan bentuk dari sepasang sepatu.

● Sepatu yang terlalu sempit atau terlalu lebar dapat menyebabkan lepuh menyakitkan dan kapalan. Sepatu harus memberikan ruang yang cukup untuk jari-jari kaki.

● Pilih sepatu bertumit rendah.

● Pilih sepatu bertali yang lebih luas dan lebih mudah diatur besar kecilnya ruang yang diinginkan untuk kaki dan jari-jari kaki.

● Hindari sepatu plastik agar kaki tidak lembab.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan dengan:

  1. Tanda dan gejala Pilek Bersin
  2. Penyebab Darah dalam Urin (Hematuria)
  3. 7 Cara untuk menjaga kebugaran Tubuh
  4. Zona Diet
  5. Penyebab Bakteri Campylobacte
Update: 24 October, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>