Penyebab Infeksi Chlamydia

Chlamydia adalah penyakit menular seksual umum yang disebabkan oleh bakteri. Anda bisa mendapatkan klamidia selama seks oral, vagina, atau anus dengan pasangan yang terinfeksi. Baik pria maupun wanita bisa mendapatkannya.

Chlamydia biasanya tidak menimbulkan gejala. Jika tidak, Anda mungkin melihat rasa seperti terbakar ketika buang air kecil atau cairan yang abnormal dari vagina atau penis.

Pada pria dan wanitChlamydia adalah penyakit menular seksual umum yang disebabkan oleh bakteri. Anda bisa mendapatkan klamidia selama seks oral, vagina, atau anus dengan pasangan yang terinfeksi. Baik pria maupun wanita bisa mendapatkannya.

Chlamydia biasanya tidak menimbulkan gejala. Jika tidak, Anda mungkin melihat rasa seperti terbakar ketika buang air kecil atau cairan yang abnormal dari vagina atau penis.

Pada pria dan wanita, klamidia dapat menginfeksi saluran kemih. Pada wanita, infeksi pada sistem reproduksi dapat menyebabkan penyakit radang panggul panggul (PID). PID dapat menyebabkan infertilitas atau serius masalah dengan kehamilan. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi dapat mengalami infeksi mata dan pneumonia dari klamidia. Pada pria, klamidia dapat menginfeksi epididymis, tabung yang membawa sperma. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, demam, dan, jarang, infertilitas.

Sebuah tes laboratorium dapat mengetahui apakah Anda memiliki klamidia. Antibiotik akan menyembuhkan infeksi. Pemakaian yang benar kondom lateks sangat mengurangi, namun tidak menghilangkan, risiko terkena atau menyebarkan klamidia. Para ahli merekomendasikan bahwa wanita yang aktif secara seksual 25 dan lebih muda mendapatkan tes chlamydia setiap tahun.

Penyebab Infeksi Chlamydia

Penyebab Infeksi Chlamydia

Gejala-gejala

Gejala dapat timbul dalam waktu kira-kira 3 minggu, namun gejalanya mungkin sangat ringan dan kadang luput dari perhatian. Laki-laki yang merasakan gejala saat terinfeksi penyakit ini akan mengeluarkan cairan seperti susu dari saluran kencingnya disertai rasa sakit saat buang air kecil. Sedangkan perempuan yang terinfeksi chlamydia mungkin juga akan mengalami rasa tidak nyaman saat berkemih, sebagai pertanda nyata penyakit ini mulai berkembang. Sayangnya, perempuan kadang tak menyadari terkena penyakit berbahaya ini karena dapat muncul tanpa gejala nyata. Dalam kasus ini, penularan berulang dapat terus terjadi. Chlamydia juga akan meningkatkan keluarnya kotoran dari vagina, bahkan muncul darah segar di antara siklus haid. Pendarahan yang terjadi ini bisa menjadi indikasi bahwa infeksi sudah menyebar ke uterus (rahim).

Infeksi chlamydia yang terjadi di anus dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita dan sebagai imbasnya anus mengeluarkan kotoran yang abnormal. Jika tak terdeteksi dan tak diobati hal ini menyebabkan komplikasi serius pada penderita. Infeksi chlamydia yang berkelanjutan bisa menginfeksic appendix (usus halus), jantung dan hati. Risiko lainnya pada laki-laki adalah chlamydia dapat menginfeksi epididymis, yang berpotensi menyebabkan kemandulan.

Media Penularan

Bakteri Chlamydia trachomatis merupakan penyebab chlamydia. Bakteri ini hanya dapat bertahan di sel-sel hidup, yang kemudian akan dibunuhnya. Pertukaran cairan tubuh (sperma misalnya) berpotensi menjadi sarana penyebaran penyakit ini.

Pencegahan

Khusus perempuan hamil yang terinfeksi chlamydia dapat diobati dengan erythromycin. Saat terinfeksi penyakit ini sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual, atau gunakan kondom untuk mencegah penularan berulang.
a, klamidia dapat menginfeksi saluran kemih. Pada wanita, infeksi pada sistem reproduksi dapat menyebabkan penyakit radang panggul panggul (PID). PID dapat menyebabkan infertilitas atau serius masalah dengan kehamilan. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi dapat mengalami infeksi mata dan pneumonia dari klamidia. Pada pria, klamidia dapat menginfeksi epididymis, tabung yang membawa sperma. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, demam, dan, jarang, infertilitas.

Sebuah tes laboratorium dapat mengetahui apakah Anda memiliki klamidia. Antibiotik akan menyembuhkan infeksi. Pemakaian yang benar kondom lateks sangat mengurangi, namun tidak menghilangkan, risiko terkena atau menyebarkan klamidia. Para ahli merekomendasikan bahwa wanita yang aktif secara seksual 25 dan lebih muda mendapatkan tes chlamydia setiap tahun.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan dengan:

  1. Deskripsi dan Fungsi Vitamin B6
  2. Pengertian Tekanan Darah Tinggi
  3. Pengertian Sakit Autisme
  4. Standar Asam Amino
  5. Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Sakit Mata
Update: 24 October, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>