Susunan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

‘Fungsi Ekosistem’ adalah istilah teknis yang digunakan dalam Kerangka untuk menentukan proses biologi, geokimia dan fisik dan komponen yang terjadi atau terjadi dalam suatu ekosistem. Atau lebih sederhananya, fungsi ekosistem berhubungan dengan komponen struktural dari ekosistem (misalnya vegetasi, air, tanah, atmosfer dan biota) dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain, dalam ekosistem dan seluruh ekosistem. Kadang-kadang, fungsi ekosistem disebut proses-proses ekologis.

kapasitas daerah

Menjaga fungsi ekosistem penting untuk mempertahankan kapasitas daerah untuk memasok servcies ekosistem. Dalam Kerangka, fungsi ekosistem diakui sebagai penting untuk menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati (keragaman gen, spesies dan ekosistem) untuk kepentingan mereka sendiri. Selain itu, mereka dapat memberikan kontribusi terhadap barang dan jasa (jasa ekosistem) yang nilai orang. Orang menghargai jasa ekosistem dalam hal manfaat yang mereka berikan kepada kehidupan mereka. Sebagai contoh, fungsi ekosistem ‘penyerbukan’ sangat penting untuk reproduksi kebanyakan tanaman liar. Selain itu, fungsi ekosistem ini memberikan kontribusi langsung ke sektor pertanian kita dengan penyerbukan tanaman pangan. Kemampuan kita untuk tumbuh tanaman pangan, yang bernilai bagi orang-orang karena mereka secara fisik menopang kita (kontribusi terhadap gizi) dan memungkinkan kita untuk memilih gaya hidup kita sendiri (kebebasan sosial dan ekonomi).

Sembilan belas (19) fungsi ekosistem telah terdaftar dan dijelaskan untuk keperluan Kerangka, menyediakan persediaan rinci dari komponen-komponen struktural dan proses yang terjadi di dalam dan di seluruh ekosistem SEQ. Peta yang menunjukkan daerah di mana masing-masing fungsi ekosistem 19 sedang dilakukan di wilayah SEQ telah dikembangkan. Peta ini disediakan di halaman fungsi individual. Peta di sebelah kanan, “Jumlah Fungsi Ekosistem ‘, overlay semua 19 peta untuk menunjukkan kepada kita di mana paling sedikit dan sebagian besar fungsi sedang dilakukan. Daftar set data yang digunakan untuk mengembangkan peta fungsi ekosistem dan deskripsi dari proses pemetaan terletak di Index Cepat.

Menurut Kerangka, daerah-daerah dengan fungsi ekosistem yang tinggi memiliki potensi untuk berkontribusi pada berbagai layanan ekosistem. Hal ini tidak untuk mengatakan bahwa bagaimanapun daerah-daerah yang menunjukkan beberapa fungsi ekosistem yang tidak penting, mereka dapat memberikan kontribusi penting untuk jasa ekosistem tertentu, atau mereka mungkin daerah penting untuk rehabilitasi. Dalam Kerangka, fungsi ekosistem 19 telah dikelompokkan menjadi 4 kategori berdasarkan peran fungsional mereka.

Fungsi ekosistem yang interaktif dan sinergis daripada diskrit (lihat Batas Kerangka untuk informasi lebih lanjut). Fungsi ekosistem yang berbeda berkontribusi pada penyediaan jasa ekosistem yang berbeda dalam jumlah yang berbeda atau besaran. Setiap fungsi ekosistem dapat memberikan kontribusi lebih dari satu layanan ekosistem, dan dibutuhkan lebih dari satu fungsi ekosistem untuk menyediakan layanan ekosistem apapun.

Peserta dalam Panel Ahli diminta untuk mencetak besarnya masing-masing fungsi ekosistem berkontribusi pada penyediaan jasa ekosistem yang berbeda ‘relatif’ terhadap fungsi ekosistem lainnya (pada skala 0-5). Skor untuk setiap fungsi ekosistem ekosistem hubungan layanan yang disediakan di halaman web individu yang mendukung masing-masing fungsi. Tapi ingat, nilai ini adalah ‘relatif’, oleh karena itu dalam aplikasi mereka harus dipandang relatif terhadap nilai lain dan matriks penuh diperlukan untuk ini. Matriks penuh berada dalam Indeks Cepat. Informasi lebih lanjut tentang sistem penilaian dapat diperoleh di bawah Tentang Kerangka. Pengguna informasi ini juga harus akrab dengan batas-batas dan prinsip-prinsip yang diidentifikasi dalam Batas Kerangka dan Prinsip Kunci.

Fungsi ekosistem juga terjadi pada berbagai skala, temporal (misalnya menit, tahun, dekade) dan geografis (misalnya skala Patch, dalam tangkapan, sebuah aliran udara, secara global). Tingkat dan skala ekosistem fungsi beroperasi atas tergantung pada komponen ekosistem yang terlibat dalam interaksi (misalnya burung dan hewan, suasana dan air), serta topografi dan pengaturan tata ruang ekosistem dalam lanskap. Misalnya, rentang pergerakan hewan, sifat fluida air memiliki aliran menurun, arah angin atau gerakan gas di seluruh dunia. Ekosistem karena itu tidak berfungsi secara independen dan berfungsi secara efisien sering mengandalkan interaksi dengan ekosistem lainnya. Tingkat dan skala yang ekosistem fungsi beroperasi pada harus diperhitungkan ketika menilai potensi untuk menyediakan layanan ekosistem ke masa depan (lihat ‘Bias arah’ dalam jasa ekosistem halaman web). Informasi lebih lanjut tentang skala temporal dan geografis fungsi ekosistem disediakan sebentar di halaman web yang mendukung fungsi individu.

Ekosistem tersusun atas makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Sebagai contoh, ekosistem sawah terdiri atas hewan dan tumbuhan yang hidup bersama-sama. Pada ekosistem sawah tersebut, terdapat rumput, tanaman padi, belalang, ulat, tikus, burung pemakan ulat, burung elang, dan masih banyak lagi.
Dalam ekosistem, terdapat satuan-satuan makhluk hidup. Individu, populasi, komunitas, biosfer yang merupakan satuan makhluk hidup dalam satu ekosistem, dan sinar matahari sangat berperan terhadap kelangsungan hidup satuan-satuan ekosistem tersebut.

1. Individu

Pernahkah kalian melihat seekor domba atau seekor ayam atau sebatang pohon mangga? Seekor domba atau seekor ayam dinamakan individu. Demikian juga dengan sebatang pohon mangga. Individu adalah satuan makhluk hidup tunggal. Dapatkah kalian menyebutkan individu individu yang lainnya yang ada di sekitarmu?

Susunan  Mahluk Hidup dalam Ekosistem

Susunan Mahluk Hidup dalam Ekosistem

Adaptasi morfologi

Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.

a. Gigi-gigi khusus
Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.

b. Moncong
Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.

c. Paruh
Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya.

d. Daun
Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar,memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.

e. Akar
Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas.

2. Adaptasi fsiologi

Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut.
a. Kelenjar bau
Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.
b. Kantong tinta
Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita.
c. Mimikri pada kadal
Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya.

3. Adaptasi tingkah laku

Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya sebagai berikut :

a. Pura-pura tidur atau mati
Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.

b. Migrasi
Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut.

2. Populasi

Sekumpulan domba di padang rumput disebut dengan populasi domba. Sekumpulan ikan nila di dalam kolam air tawar disebut dengan populasi ikan nila. Jika di dalam kolam tersebut juga ditumbuhi sekumpulan tumbuhan teratai, berarti dalam kolam tersebut juga terdapat populasi tumbuhan teratai.
Kumpulan individu-individu yang sama dapat membentuk populasi. Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang hidup dalam suatu habitat tertentu. Dari contoh di atas, dapatkah kalian menyebutkan contoh-contoh populasi yang lain?

a. Kepadatan Populasi Besarnya populasi ditunjukkan oleh jumlah individu di dalam suatu populasi per satuan luas. Besarnya populasi per satuan luas ini disebut kepadatan populasi. Misalkan, satu areal perkebunan murbai luasnya 1.000 m2.
Dalam kebun tersebut terdapat 1.000 pohon murbai dan 20.000 ekor ulat sutra. Itu berarti kepadatan populasi pohon murbai adalah 1.000 pohon/1.000 m2 atau 1 pohon/m2 dan kepadatan populasi ulat sutra adalah 20.000 ekor/1.000 m2 atau 20 ekor/m2.

b. Perubahan Populasi Perubahan populasi dapat terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan ini terjadi karena adanya pertambahan atau pengurangan jumlah populasi.
Berkurang atau bertambahnya populasi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya, perubahan musim, imigrasi, ataupun emigrasi. Imigrasi adalah pertambahan populasi karena adanya kelahiran (natalitas) dan pendatang dari tempat yang lain, sedangkan emigrasi adalah berkurangnya populasi karena adanya kematian (mortalitas) dan perginya individu ke tempat yang lain.

Populasi adalah semua individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu. Suatu organisme disebut sejenis bila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Menempati daerah atau habitat yang sama

b. Mempunyai persamaan bentuk, susunan tubuh, dan aktifitas

c. Mampu menghasilkan keturunan yang subur, yaitu yang mampu berkembang biak.

Sebagai contoh, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yangberkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi :

700 – 500 = 200batang

1990-1980 10 tahun = 20 batang/tahun

Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi ada berbagai hal. Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya karena tebang pilih. Namun, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik iniantara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas dan mortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi. Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnyahewan dan manusia. Imigrasi adalahperpindahan satu atau lebih organisme kedaerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan populasi.

     Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.

3. Komunitas

Coba kalian perhatikan kolam ikan yang ada di rumah kalian atau teman kalian. Di dalam kolam ikan air tawar, terdapat sekumpulan ikan nila, sekumpulan tumbuhan teratai, sekumpulan ganggang hijau, dan sekumpulan katak. Sekumpulan populasi yang hidup dalam air tawar ini disebut sebagai komunitas kolam air tawar.
Komunitas adalah sekumpulan berbagai macam populasi makhluk hidup yang hidup dalam suatu wilayah tertentu. Suatu komunitas tersusun dari semua populasi yang hidup dan saling berinteraksi antara satu dengan yang lain dalam suatu wilayah dan waktu tertentu.

4. Ekosistem

Komunitas ikan air tawar selalu berhubungan dengan kolam ikan, air, udara, tanah, dan sinar matahari. Komunitas tidak dapat terlepas dari pengaruh lingkungan yang tidak hidup di sekitarnya. Antara komunitas dan lingkungan tak hidupnya terbentuk suatu interaksi atau hubungan yang saling memengaruhi satu sama lain dalam membentuk suatu sistem ekologi yang disebut ekosistem.
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik. Oleh karena itu, ekosistem disebut juga sistem lingkungan.
Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk karena pengaruh alam sekitar dan bukan karena campur tangan manusia, contohnya, sungai, laut, danau, hutan, dan gunung, sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibentuk oleh manusia, contohnya, kolam ikan, akuarium, waduk, dan sawah.

5. Biosfer

Ekosistem mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ekosistem yang kecil akan membentuk ekosistem yang lebih besar. Seluruh ekosistem di muka bumi ini akan membentuk satu ekosistem yang lebih besar yang disebut biosfer.