Pengertian Piramida Makanan

Piramida makanan adalah piramida yang menggambarkan jumlah berat dan energi mulai dari produsen sampai konsumen puncak. Piramida ini dibuat dengan satu asumsi bahwa pada saat terjadi peristiwa makan dan dimakan telah terjadi perpindahan energi dari makhluk hidup yang dimakan ke makhluk hidup pemakannya. Misalnya, dari produsen ke konsumen I, dari konsumen I ke konsumen II, dari konsumen II ke konsumen III, dan seterusnya.

Akan tetapi, harus diingat bahwa tidak semua energi dari makhluk hidup yang dimakan akan berpindah ke makhluk hidup pemakan sehingga terbentuk piramida makanan yang semakin ke atas semakin mengecil.

Piramida makanan adalah suatu piramida yang menggambarkan perbandingan komposisi jumlah biomassa dan energi dari produsen sampai konsumen puncak dalam suatu ekosistem. Komposisi biomassa terbesar terdapat pada produsen yang menempati dasar piramida. Demikian pula jumlah energi terbesar terdapat pada dasar piramida. Komposisi biomassa dan energi ini semakin ke atas semakin kecil karena selama proses perpindahan energi terjadi penyusutan jumlah energi pada setiap tingkat trofik.

Piramida Makanan
Dalam ekosistem ya ng seimbang jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen tingkat I, jumlah konsumen tingkat II lebih banyak daripada konsumen tingkat III, demikian seterusnya. Hal ini disebabkan oleh hilangnya energi pada setiap tingkatan makanan. Jika rantai makanan digambarkan dari produsen sampai konsumen tingkat tinggi, maka akan terbentuk suatu piramida makanan.
Piramida Makanan
Dalam ekosistem ya ng seimbang jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen tingkat I, jumlah konsumen tingkat II lebih banyak daripada konsumen tingkat III, demikian seterusnya. Hal ini disebabkan oleh hilangnya energi pada setiap tingkatan makanan. Jika rantai makanan digambarkan dari produsen sampai konsumen tingkat tinggi, maka akan terbentuk suatu piramida makanan.

Piramida makanan adalah suatu proses menggambarkan suatu jumlah massa zat dan energi dari suatu produsen sampai ke tingkat konsumen tertinggi dalam suatu ekosistem. Piramida makanan juga dapat digunakan untuk memprediksi keseimbangan populasi dalam suatu ekosistem. Semakin ke atas, populasi piramida maka makanan pun akan semakin sedikit.

Tingkat Tropik dan Piramida Makanan

Pada rantai piramida makanan telah kita ketahui bahwa tingkat tropik yang terdiri atas produsen, konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, dan seterusnya. Produsen yang bersifat autotrof selalu menempati tingkatan tropik utama, herbivora menempati tingkat tropik kedua, karnivora menduduki tingkat tropik ketiga, dan seterusnya. Setiap perpindahan energi dari satu tingkat tropik ke tingkat tropik berikutnya akan terjadi pelepasan sebagian energi berupa panas sehingga jumlah energi pada rantai piramida makanan untuk tingkat tropik yang semakin tinggi, jumlahnya semakin sedikit. Maka terbentuklah piramida ekologi/piramida makanan.
Salah satu jenis piramida ekologi adalah piramida makanan jumlah yang dilukiskan dengan jumlah individu. Piramida makanan jumlah pada suatu ekosistem menunjukkan bahwa produsen mempunyai jumlah paling besar dan konsumen tingkat II jumlah lebih sedikit dan jumlah paling sedikit terdapat pada konsumen tingkat terakhir.

Selain energi dalam bentuk piramida makanan, tubuh organisme juga memerlukan air, oksigen, dan mineral. Jaring-jaring makanan muncul dengan diawali terjadinya proses perputaran zat dari tubuh organisme menuju tanah dan reaksi kimia. Proses ini sering disebut dengan daur biogeokimia.

Pengertian Piramida Makanan

Pengertian Piramida Makanan

Piramida ekologi adalah gambaran susunan antar trofik dapat disusun berdasarkan kepadatan populasi, berat kering, maupun kemampuan menyimpan energi pada tiap trofik. Struktur trofik dapat disusun secara urut sesuai hubungan makan dan dimakan antar trofik yang secara umum memperlihatkan bentuk kerucut atau piramida makanan. Piramida ekologi ini berfungsi untuk menunjukkan gambaran perbandingan antar trofik pada suatu ekosistem. Pada tingkat pertama ditempati produsen sebagai dasar dari piramida ekologi, selanjutnya konsumen primer, sekunder, tersier sampai konsumen puncak.

Ketika organisme autotrof (produsen) dimakan oleh herbivora (konsumen I), maka energi yang tersimpan dalam produsen (tumbuhan) berpindah ke tubuh konsumen I (pemakannya) dan konsumen II akan mendapatkan energi dari memakan konsumen I, dan seterusnya. Setiap tingkatan pada rantai makanan itu disebut taraf trofi. Ada beberapa tingkatan taraf trofi pada rantai makan sebagai berikut.

  • Tingkat taraf trofi 1 : organisme dari golongan produsen (produsen primer)
  • Tingkat taraf trofi 2 : organisme dari golongan herbivora (konsumen primer)
  • Tingkat taraf trofi 3 : organisme dari golongan karnivora (konsumen sekunder)
  • Tingkat taraf trofi 3 : organisme dari golongan karnivora (konsumen predator)

Di dalam rantai piramida makanan tersebut, tidak seluruh energi dapat dimanfaatkan, tetapi hanya sebagian yang mengalami perpindahan dari satu organisme ke organisme lainnya, karena dalam proses transformasi dari organisme satu ke organisme yang lain ada sebagian energi yang terlepas dan tidak dapat dimanfaatkan. Misalnya, tumbuhan hijau sebagai produsen menempati taraf trofi pertama yang hanya memanfaatkan sekitar 1% dari seluruh energi sinar matahari yang jatuh di permukaan bumi melalui fotosintesis yang diubah menjadi zat organik.

Jika tumbuhan hijau dimakan organisme lain (konsumen primer), maka hanya 10% energi yang berasal dari tumbuhan hijau dimanfaatkan oleh organisme itu untuk pertumbuhannya dan sisanya terdegradasi dalam bentuk panas terbuang ke atmosfer. Selama keadaan produsen dan konsumen-konsumen tetap membentuk piramida makanan , maka keseimbangan alam dalam ekosistem akan terpelihara.

Anak yang sehat tercukupi kebutuhan gizinya dan seimbang. Ibarat sebuah piramida makanan , ada jenis makanan di bagian terbawah yang mesti dikonsumsi lebih banyak karena manfaatnya lebih besar, dan makin ke atas makin kurang manfaatnya. Apa saja jenis makanan tersebut?

dr Alfon dalam penyuluhan di hadapan ibu-ibu di Desa Banua Gea, Nias, Sumatera Utara, Selasa (14/5/2013) lalu, mengungkapkan bahwa anak-anak dari kecil mesti terpenuhi gizinya supaya tumbuh sehat. Kecukupan gizi tersebut bisa dikenali lewat piramida gizi seimbang yang bisa dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian bawah, tengah, dan atas dengan kategori fungsi makanan masing-masing.

Di bagian bawah ada sumber zat tenaga atau karbohidrat. Ini dianjurkan untuk dikonsumsi lebih banyak karena untuk beraktivitas. Makanan ini bisa diperoleh dari beras, jagung, mi, kentang, singkong, roti, dan sagu.

Di bagian tengah piramida, ada sumber zat pengatur yakni vitamin dan mineral. Bisa diperoleh melalui konsumsi sayuran dan buah-buahan seperti kangkung, bayam, kacang panjang, pisang, jeruk, dan mangga.

Di bagian atas, ada sumber makanan zat pembangun dari protein dan lemak. Jenis makanan ini bisa diperoleh dari lauk pauk, yakni ikan, tempe, tahu, udang, daging, dan telur.

Sementara di ujung piramidamakakan , ada makanan ringan dengan kandungan gula dan garam yang dianjurkan untuk dikonsumsi seadanya, tidak boleh terlalu banyak. Seperti permen, es krim, dan makanan ringan lainnya.

Kecukupan makanan itu mesti diikuti oleh pola makan sehat, yakni tiga kali sehari pagi, siang, dan malam. Bagaimana kalau sudah mengikuti pola makan ini tapi anak masih tidak tumbuh normal? Maka, mungkin ada yang salah dari pemberian jenis makanannya. Karena apabila gizi tidak cukup, maka akan terhambat pertumbuhannya.

Kebanyakan orangtua kerap memberikan jajanan untuk anak daripada asupan makanan bergizi. Padahal patut diketahui ada makanan atau jajanan yang tidak aman untuk anak-anak. Beberapa indikasi makanan menjadi tidak aman dikonsumsi adalah karena tidak disimpan dengan benar atau kotor, penjual yang peralatannya tidak higienis, dibuat dari bahan yang tidak bersih, atau dibuat dari bahan kimia berbahaya.

“Dengan mengenal gizi sejak dini, seperti piramida gizi seimbang, anak-anak dengan gizi kurang atau gizi buruk tidak ada lagi,” ujar dr Alfon.

Macam-macam piramida ekologi

  • Piramida jumlah merupakan jumlah organisme yang berada di dalam suatu daerah (areal) tertentu yang dikelompokkan dan dihitung berdasarkan taraf trofi.
  • Piramida biomassa / berat merupakan taksiran berat organisme yang mewakili setiap taraf trofi dengan cara tiap-tiap individu ditimbang dan dicatat jumlahnya dalam suatu ekosistem.
  • Piramida energi menggambarkan banyaknya energi yang tersimpan dalam 6 tahun yang digunakan senyawa organik sebagai bahan makanan.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan dengan:

  1. Rekombinasi Bakteri
  2. Proses mencari DNA
  3. Pola Pewarisan Sifat Mendel
  4. Sifat Reptil
  5. Karakteristik Monokotil & Dikotil
Update: 22 October, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>