contoh saling ketergantungan Ekosistem

contoh saling ketergantungan Ekosistem

Saling ketergantungan antara produsen, konsumen, dan dekomposer terjadi dalam suatu ekosistem. Gejala ini terjadi pada peristiwa makan dan dimakan. Peristiwa ini akan membentuk rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan. Peristiwa ini erat kaitannya dengan pengalihan energi dari produsen ke konsumen. Energi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Energi matahari merupakan sumber energi bagi segala kehidupan. Hanya organisme autotrof yang dapat menangkap dan memanfaatkan energi matahari melalui proses fotosintesis. Organisme autotrof mengubah energi matahari menjadi gula dan oksigen.

Dalam suatu ekosistem, energi mengalir dari matahari hingga ke pengurai. Produsen mendapatkan energi dari matahari yang oleh tumbuhan diubah menjadi energi kimia. Energi kimia kemudian berpindah ke konsumen I, lalu ke konsumen II, ke konsumen III, dan seterusnya. Inilah yang disebut dengan aliran energi di dalam ekosistem. Aliran energi ini akan berakhir pada proses penguraian. Dalam proses ini, energi dilepaskan dalam bentuk panas yang tersebar di lingkungan dan tidak dimanfaatkan lagi.

Produsen menempati tingkat trofik I, komsumen I menempati tingkat trofik II, dan seterusnya. Semakin jauh jarak transfer energi dari matahari, semakin kecil aliran energinya. Berarti konsumen III pada tingkat tofik IV mendapatkan transfer energi yang paling kecil sehingga rawan punah. Mengapa semakin jauh dari matahari, energi yang didapatkan semakin kecil? Pada setiap trofik, energi yang dilepaskan ke lingkungan

sekitar 90%, yang dimanfaatkan organ hanya 10%. 90% panas yang dilepas ke lingkungan ini tidak dapat didaur ulang karena energi tidak dapat didaur ulang. Akibatnya, pemborosan energi telah terjadi di dalam ekosistem.

contoh saling ketergantungan Ekosistem

contoh saling ketergantungan Ekosistem

Komponen biotik

– Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang terdiri atas makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan, manusia, dan mikroorganisme. Di dalam ekosisstem setiap organisme mempunyai kedudukan, tugas atau fungsi tertentu. Fungsi atau kedudukan organisme di dalam ekosistem disebut nisia. Berdasarkan nisianya, organisme dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer. Untuk mempermudah dalam memahami nisia komponen biotik dalam ekosistem.

Produsen

contoh saling ketergantungan Ekosistem

contoh saling ketergantungan Ekosistem; Piramida ekologi

Kata produsen berarti penghasil, yaitu organisme yang mampu menghasilkan zat makanan. Termasuk kelompok itu terutama adalah tumbuhan hijau atau tumbuhan yang telah mempunyai klorofil. Klorofil merupakan bagian dari sel yang dapat memanfaatkan energi cahaya matahari untuk mengubah air dan karbon dioksida (CO2) menjadi senyawa karbohidrat. Karbohidar itulah yang akan digunakan sebagai bahan makanan oleh tumbuhan atupun organisme lain untuk proses hidupnya. Di dalam ekosistem perairan, komponen biotik yang berfungsi sebagai produsen adalah berbagai jenis alga dan fitoplankton.

Konsumen

Konsumen berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat menyusun zat makanan sendiri, tetapi memakai atau menggunakan zat majanan yang dibuat organisme lain. Organisme lain tersebut bisa berupa tumbuhan, hewan, ataupun sisa-sisa organisme. Yang termasuk konsumen adalah hampir semua golongan hewan, tumbuhan yang tidak berklorofil, dan manusia. Contoh tumbuhan konsumen yaitu tali putri dan bunga bangkai (Rafflesia).

Setelah memahami uraian tersebut maka ada beberapa hal yang perlu diingat bahwa tumbuhan hijau merupakan produsen. Bahan makanan yang dihasilkan oleh produsen secara langsung ataupun tidak langsung merupakan sumber makanan bagi organisme lain. Organisme yang secara langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora. Oleh karena itu, herbivora sering disebut konsumen tingkat pertama. Karnivora yang mendapatkan makanan dengan memangsa herbivora disebut konsumen tingkat kedua. Selanjutnya, karnivora yang memakan konsumen tingkat kedua disebut konsumen tingkat ke tiga. Apabila ada konsumen yang memakan konsumenn tingkat ketiga maka disebut konsumen tingkat keempat, dan seterusnya.

Dekomposer atau Pengurai

Dekomposer adalah komponen biotik yang berfungsi mengurangi bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Pada suatu ketika semua kehidupan akan mati. Bagian tumbuhan seperti daun, buah, dan ranting akan jatuh berguguran menjadi sampah. Hewan dan manusia akan mati menjadi bangkai. Kotoran sisa pencernaan juga akan menumpun mengotori lingkungan. Apabila tidak ada organisme pengurai, mungkin kit tidak akan mendapatkan lingkungan yang sehat untuk hidup. Seluruh permukaan bumi penuh sampah dan bangkai. Namun, berkat jasa pengurai, sebagaian besar sampah, kotoran, dan bangkai telah lumat menjadi hara tanah.

Dengan adanya organisme peengurai, hara tanah yang terus-menerus diisap oleh tanah akan diganti kembali, yaitu berasal dari hasil penguraian organisme pengurai. Penguraian bahan organik tersebut melalui beberapa tahapan.

Pertama, hewan-hewan kecil pemakan sampah atau detritivor menceraiberaikan sampah sisa organisme. Melalui kegiatan itu akan dihasilkan sampah-sampah yang ukurannya lebih halus.

Kedua, setelah sampah halus lembap bercampu air, bakteri dan jamur akan mengurai sampah halus tersebut melalui proses fermentasi. Hasilnya adalah sisa-sisa organisme tersebut akan terurai kembali menjadi unsur-unsur penyusunnya. Dengan demikian, jelaslah bahwa peranan komponen pengurai atau dekomposer adalah mengambalikan hara ke dalam tanah.

Dari uraian tersebut dapat disimpulan bahwa semua kehidupan yang ada di alam semesta atau tak langsung mempunyai menfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Dengan bantuan tumbuhan, kita mendapatkan karbohidrat dan oksigen. Dengan bantuan hewan, kita mendapatkan protein bermutu tinggi. Berbagai hewan dan mikroorganisme pengurai membantu menusia dalam mengatasi sampah sisa organisme sekaligus mengembalikan hara dalam tanah. Dengan demikian, kesuburan tanah akan tetap terjamin.

Pada tanah yang subur tumbuhan akan menghasilkan bunga, buah, biji, dan bagian lain yang berguna bagi organisme lain. Dengan demikian kesinambungan proses ekosistem akan tetap terjamin. Semua prosese terebut akan terus berlangsung jika komponen ekosestem berada dalam keadaan seimbang. Dalam lingkungan seimbang, tak akan terjadi guncangan ekosistem sehingga semua proses ekosistem akan berlangsung secara berkesinambungan dan teratur. Untuk menjaga agar semua proses itu tetap berlangsung dengan baik dan teratur, manusia sebagai sutradara dalam pengelolaan lingkungan harus berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan keseimbangan lingkungan.

Keseimbangan alam

Antara komponen-komponen suatu ekosistem selalu terjadi hubungan saling ketergantungan. Jika di dalam suatu ekosistem terjadi perubahan populasi suatu makhluk hidup, akan berpengaruh terhadap populasi mekhluk hidup lainnya. Demikian pula kalau terjadi perubahan lingkungan abiotiknya, komponen biotik yang ada di dalamnya akan berubah pula.

Seandainya terjadi musim kemarau penjang sehingga banyak tumbuhan hijau yang mati, populasi konsumen pertama akan mengalami peenurunan. Penurunan itu akan diikuti oleh turunnya populasi konsumen kedua, ketiga, dan seterusnya. Apabila, musim hujan tiba, populasi tumbuhan hijau akan meningkat lagi. Hal itu akan merangsang meningkatnya hewan konsumen pertama, kedua dan seterusnya.

Keadaan seperti itu merupakan cara alam untuk menjaga keseimbangan di antara komonen biotik yang ada di dalamnya. Dengan demikian di dalam suatu ekosistem tidak terjadi guncangan. Namun, hukum alam itu tidak akan berlangsung lama apabila manusia ikut campur tangan. Sifat manusia yang suka produsen ataupun salah satu populasi konsumen secara berlebihan merupakan salah satu penyebab tidak berfungsinya hukum alam sebagaimana mestinya.

Kalian mungikin masih ingat hama werang dan walang sengit yang sering merusak padi petani. Semua manusia menggunakan DDT untuk membasmi hama wereng dan walang sangit. Ternyata yang terbunuh tidak hanya walang sangit, tetapi juga hewan pemakan walang sangit dan hewan pemakan wereng. Akibatnya populasi burung pemakan wereng menurun. Menurunnya populasi burung pemakan wereng menyebabkan naiknya populasi wereng. Karena pengontrolan tidak ada lagi maka populasinya meledak sehingga menimbulkan petaka bagi petani, yaitu ribuan hektar tanaman padi tidak dapat dipanen.

Masih banyak lagi contoh lain. Coba pikirkan apa yang menyebabkan gajah mengganggu ladang petani di Lampung. Mengapa harimau di hutan Sumatera sering masuk ke kamping memangsa ternak penduduk?

Jelaslah bahwa antara komponen-komponen dalam ekosistem seperti produsen, konsumen, dan pengurai harus dijaga keseimbangannya. Hanya dengan cara itulah proses kehidupan berbagai komponen biotik di dalam suatu ekosistem akan berjalan secara wajar.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan dengan:

  1. Macam-macam Klasifikasi Ordo Burung
  2. Klasifikasi Hewan Mamalia
  3. Macam-macam Perkembangbiakan Jamur
  4. Karakteristik Pertumbuhan Mikroorganisme
  5. struktur Tubuh Nemathelminthes (Cacing Giling)
Update: 20 August, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>