Saling Ketergantungan Dalam Ekosistem

Saling ketergantungan antara komponen penyusun ekosistem tersebut terbagi menjadi:

  1. saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik;
  2. saling ketergantungan antarkomponen biotik:
  3. saling ketergantungan antara makhluk hidup sejenis (interspesies);
  4. saling ketergantungan antara makhluk hidup yang berbeda jenis (antarspesies).

a.    Saling Ketergantungan antara Komponen Biotik dan Komponen Abiotik

Peran dan fungsi komponen biotik dan komponen abiotik dalam suatu ekosistem telah banyak dibahas di bagian depan bab ini. Selanjutnya, pada subbab ini akan dibahas tentang hubungan saling ketergantungan antardua komponen penyusun ekosistem tersebut. Sebagai contoh adalah aktivitas cacing tanah yang dapat menyuburkan tanah karena pada saat berada dalam tanah, cacing meninggalkan bekas berupa rongga udara. Rongga udara tersebut dapat membantu tumbuhan dalam memperoleh oksigen untuk bernapas.

Saling Ketergantungan antara Komponen Penyusun EkosistemSelain contoh di atas, ada beberapa contoh yang lain, misalnya, bintil akar kacang tanah yang mengandung bakteri Rhizobium yang dapat membantu menyuburkan tanah karena dapat menangkap nitrogen, oksigen yang dihasilkan pada fotosintesis yang menyejukkan udara, dan air yang sangat diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Selain itu, keberadaan air banyak dipengaruhi oleh tumbuhan karena tumbuhan dapat menahan keberadaan air tanah. Dapatkah kalian menyebutkan contoh yang lain?

b. Saling Ketergantungan Antarkomponen Biotik

Saling ketergantungan antarkomponen biotik ini terjadi antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain dalam suatu ekosistem. Saling ketergantungan antarkomponen biotik ini dibagi lagi menjadi saling ketergantungan antara makhluk hidup yang sejenis dan saling ketergantungan antara makhluk hidup yang tidak sejenis.

Contoh saling ketergantungan yang terjadi antara makhluk hidup yang sejenis, misalnya, adanya ketergantungan orang utan kepada induknya, bayi kepada ibunya, dan kerja sama semut dalam memperoleh

makanan. Selain itu, saling ketergantungan antarmakhluk hidup sejenis ini terjadi pada saat akan melakukan perkawinan, hewan jantan memerlukan hewan betina, demikian juga hewan betina memerlukan hewan jantan.

Contoh saling ketergantungan yang terjadi antarmakhluk hidup yang berbeda jenis terjadi pada produsen, konsumen, dan dekomposer.

Saling Ketergantungan antara Komponen Penyusun Ekosistem

Saling Ketergantungan antara Komponen Penyusun Ekosistem

Saling Ketergantungan (Interdependensi)

Saling ketergantungan antara komponen penyusun ekosistem disebut interdependensi. Interdependensi dapat terjadi:

- Antar komponen penyusun ekosistem, yaitu; interpedensi antarkomponen biotic dan abiotik; interpendensi antarkomponen biotic.

- Antara produsen, konsumen dan decomposer, yaitu: rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan.

Hubungan interaksi antar makhluk hidup tersebut ada beberapa bentuk, yaitu:

  1. Simbiosis, yaitu: hidup bersama antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis. Terdiri dari: simbiosis mutualisme, parasitisme dan komensalisme.
  2. Antibiosis, yaitu: interaksi antarmakhluk hidup, salah satu makhluk hidup mengeluarkan zat antibiotic yang dapat menghambat perkembangan makhlu  hidup yang lain.
  3. Predatorisme adalah hubungan antara makhluk hidup pemangsa dengan yang dimangsa.
  4. Kompetisi adalah hubungan saling bersaing antarmakhluk hidup dalam mendapatkan makanan

Saling ketergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai

Dalam suatu ekosistem terjadi ketergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai. Peristiwa makan dan dimakan terjadi antara produsen, konsumen, dan penguarai yang selanjutnya membentuk rantai makanan. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan dan arah tertentu. Pada proses ini terjadi perpindahan energi dari produsen ke konsumen, kemudian ke pegurai.

Contoh rantai makanan: rumput dimakan kelinci dimakan rubah

Di dalam suatu ekosistem, rantai makanan yang satu berhubungan dengan rantai makanan yang lain membentuk suatu jaring-jaring yang disebut jaring-jaring makanan. Berikut contoh jaring-jaring makanan:

Secara umum dapat dikatakan bahwa di dalam ekosistem terdapat lebih banyak produsen dari pada konsumen. Bila dinyatakan lebih rinci, maka produsen lebih banyak daripada konsumen tingkat I, konsumen tingkat I lebih banyak daripada konsumen tingkat II, konsumen tingkat II lebih banyak daripada konsumen tingkat III, dan seterusnya. Keadaan ini dapat digambarkan dalam bentuk piramida yang disebut piramida makanan. berikut contoh dari piramida makanan:

Bentuk piramida makanan dapat dikatakan bersifat tetap. Jadi, bila produsen berkurang maka konsumen tingkat I akan berkurang juga. Konsumen tingkat II akan berkurang juga, dan seterusnya. Dalam ekosistem setiap kelompok atau populasi makhluk hidup menempati tingkat tertentu dari sumber makanan atau sumber energi. Tingkatan-tingkatan itu disebut tingkat trofik.tumbuhan hijau sebagai produsen selalu menempati tingkat trofik pertama. Konsumen tingkat I menempati tingkat trofik kedua, dan seterusnya.

Siklus (daur) materi

Tubuh manusia maupun hewan tersusun atas materi. Materi terdiri dari unsur-unsur kimia seperti karbon (C), oksigen (O), hidrogen (H), dan nitrogen (N). Meteri tersebut akan beredar dari lingkungan masuk ke tubuh organisme dan kembali lagi ke lingkungan membentuk siklus materi. Berikut beberapa gambaran jalannya unsur yang dibutuhkan makhluk hidup:

Siklus oksigen

Pada proses fotosintesis oleh tumbuhan hijau akan dihasilkan oksigen. Sedangkan pada manusia maupun hewan oksigen tersebut diperlukan untuk proses pernafasan (respirasi). Jadi ada oksigen yang dilepas ke udara, dan ada juga oksigen yang diserap, proses tersebut berlangsung seimbang, sehingga jumlah oksihen yang ada di udara jumlahnya akan tetap.

Siklus karbon

Unsur karbon di udara terdapat dalam bentuk karbondioksida. Dalam proses fotosintesis karbondioksida akan di ubah menjadi glukosa. Pada proses selanjutnya baik pada produsen maupun konsumen, glukosa dibentuk menjadi persenyawan lain. Pada akhirnya karbon dioksida akan dilepaskan oleh konsumen ke udara pada waktu bernafas.

Siklus air

Alam menyediakan cukup banyak air untuk digunakan oleh makhluk hidup. Air yang berasal dari hujan atau salju sebagian akan meresap ke dalam tanah, kemudian mengalir ke sungai dan menuju ke laut. Karena panas matahari, sebagian air itu akan menguap kembali ke atmosfer, kemudian mengembun menjadi titik-titik air dan akan jatuh lagi ke bumi sebagai hujan. Pada umumnya hewan darat mendapatkan air dengan cara minum. Tumbuhan mendapat air dengan cara menyerap menggunakan akarnya.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan dengan:

  1. Perbedaan Antara Kotiledon dan Endosperma
  2. Sistem Pencernaan dari Katak
  3. Ciri-ciri Hewan Anthozoa
  4. Sistem Pencernaan Cacing Tanah
  5. Klasifikasi Chordata
Update: 22 October, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>