Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Bryophyta termasuk lumut, lumut hati, dan hornworts. Bryophyta yang paling sederhana tanaman (tidak termasuk ganggang, yang tidak dianggap oleh sebagian besar ahli botani tanaman). Bryophyta kecil, jarang melebihi 6-8 di (15-20 cm) tingginya, dan biasanya jauh lebih kecil. Mereka melekat pada substrat (tanah, batu, atau kulit) oleh rhizoids, yang merupakan salah satu atau beberapa bersel, akar-seperti benang yang melayani hanya untuk penahan dan tidak mampu menyerap air dan nutrisi dari substrat. Brypohyta kekurangan jaringan pembuluh darah (sel-sel khusus dikelompokkan bersama-sama untuk pipa air dan nutrisi ke berbagai bagian tubuh), atau dalam kasus yang jarang terjadi ketika jaringan ini hadir, itu tidak baik dibedakan. Daun lumut secara teknis tidak daun benar, karena di sebagian besar spesies mereka kurang jaringan pembuluh darah. Namun, mereka secara fungsional setara dengan daun, mengandung klorofil a dan b untuk fotosintesis. Daun biasanya satu sel tebal, kecuali untuk pelepah, yang mungkin sampai 15 sel tebal. Bryophyta memenuhi kebutuhan gizi mereka dengan menyerap mineral dari debu, hujan, dan air mengalir di atas permukaan mereka.

Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Siklus hidup lumut ditandai dengan pergantian generasi, salah satunya adalah multiseluler, individu diploid disebut sporofit, memiliki dua dari setiap jenis kromosom per sel. Tahap ini bergantian dengan multiseluler, individu haploid disebut gametofit, dengan hanya satu dari setiap jenis kromosom per sel, seperti juga halnya dengan sperma hewan. Bryophyta yang unik di antara tanaman dalam dominan, generasi mencolok adalah gametofit haploid. Dalam semua tanaman lain, tahap yang dominan adalah sporophyte diploid.

Kebanyakan reproduksi lumut adalah aseksual, terjadi dengan fragmentasi bagian tubuh, dan dengan produksi unit vegetatif khusus yang disebut Gemmae. Gemmae dapat diproduksi sebagai piring mikroskopis (dalam genus Tetraphis), sebagai bulbils di axils daun (di Pohlia), atau sebagai filamen mikroskopis (di Ulota). Ketika reproduksi seksual terjadi, selalu melibatkan sperma flagellated (diproduksi dalam organ khusus yang disebut antheridium) yang harus berenang melalui air untuk mencapai telur terletak di khusus, organ berbentuk tabung (Arkegonium yang). Dengan antheridia dan archegonia dikelilingi oleh lapisan sel steril, yang melindungi organ intim dari kerusakan mekanis dan pengeringan.

Tumbuhan yang termasuk dalam divisi Bryophyta mempunyai beberapa ciri, antara lain, telah mempunyai lapisan pelindung (kutikula dan gametangia), struktur tubuhnya mempunyai generasi gametofit, sperma diproduksi oleh anteridium dan ovum diproduksi oleh arkegonium. Lumut biasa hidup di tempat-tempat yang lembap dan tidak terkena cahaya matahari, seperti dinding bata basah, tebing, atau di kulit kayu yang lembap. Tumbuhan lumut belum mempunyai batang, daun dan akar yang sebenarnya, tetapi sudah memiliki buluh-buluh halus semacam akar yang disebut rizoid. Selain itu, lumut juga sudah memiliki klorofil.

Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Perkembangbiakan tumbuhan Lumut dengan cara aseksual dan seksual. Kedua pembiakan tersebut berlangsung silih berganti sehingga terjadi pergantian keturunan atau pergiliran keturunan (metagenesis). Tumbuhan lumutĀ  menghasilkan sel kelamin (gametofit) pada umumnya lebih menonjol daripada tumbuhan yang menghasilkan spora (sporofit). Pada tumbuhan lumut-lumutan, gametofit lebih menonjol. Jika pada satu tumbuhan terjadi pergantian dari sporofit ke gametofit atau sebaliknya, tumbuhan tersebut dikatakan melakukan metagenesis.

Metagenesis diawali dengan berkecambahnya spora yang sangat kecil (haploid) menjadi protalium (protonema). Protonema ada yang tumbuh menjadi besar dan ada yang tidak tumbuh. Di dalam protonema

terdapat kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumut (gametofit). Tumbuhan lumut merupakan lembaran-lembaran daun (hepaticae). Ada juga yang memiliki habitus seperti pohon kecil dilengkapi batang dan daun (musci), akar bukan akar sejati, tetapi hanya berupa benang-benang menyerupai akar yang disebut rizoid. Pada tumbuhan lumut (gametofit) dibentuk gametangium, yaitu sel kelamin jantan (spermatozoid) dan sel kelamin betina (ovum). Sel kelamin jantan ini dihasilkan oleh anteridium dan sel kelamin betina dihasilkan oleh arkegonium. Peleburan spermatozoid dan ovum akan menghasilkan zigot yang terus berkembang menjadi embrio yang diploid. Embrio kemudian akan tumbuh menjadi suatu badan yang bulat dengan tangkai pendek atau panjang yang disebutĀ  sporogonium (tumbuhan sporofit). Dalam bagian yang bulat tersebut dibentuk spora sehingga sering disebut dengan kapsul spora yang identik dengan sporogonium. Spora akan terkumpul dalam kotak spora (sporangium). Jika spora jatuh di tempat yang lembap dan sesuai dengan tempat tumbuhnya, spora akan tumbuh menjadi protonema dan protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut dan begitu seterusnya.

Beberapa jenis lumut dapat bersifat kosmopolit karena dapat ditemukan di berbagai tempat. Selain itu, bentuk dan ukuran lumut juga sangat beragam. Berdasarkan bentuk tubuhnya, lumut dapat dibedakan menjadi dua kelas, yaitu lumut hati (Hepaticopsida), lumut tanduk (Anthoceropsida), dan lumut sejati (Bryopsida).


2 thoughts on “Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *