Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)

Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)

Cacing pipih adalah kelompok cacing sederhana. Ada sekitar 20.000 spesies dalam kelompok ini. Cacing pipih ditemukan banyak tempat dan dapat hidup bebas atau parasit. Parasit hidup dari makhluk hidup lain yang disebut host dan dapat berbahaya. Salah satu yang paling terkenal adalah cacing pipih cacing pita.

Cacing pita bisa masuk ke saluran pencernaan orang dan tumbuh ke panjang besar. Cacing pita kemudian makan dari tuan rumah dan berbahaya bagi tuan rumah seperti tumbuh dan mengkonsumsi lebih dari host dan makanan.

Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)
Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)

Karakteristik cacing pipih

Cacing pipih adalah makna bilateral simetris dan dorsoventrally diratakan ‘mereka terlihat seperti pita’. Tubuh mereka memiliki 3 lapisan jaringan dengan organ dan organel Namun, mereka tidak mengandung rongga internal. Cacing pipih memiliki sebuah ‘usus buta’, mereka memiliki mulut tapi tidak ada pembukaan di ujung bawah saluran pencernaan di mana limbah padat dihilangkan dari tubuh. Sebaliknya, mereka memiliki apa yang disebut ‘organ ekskresi Protonephridial’.

Cacing pipih bereproduksi sebagai hermafrodit. Sebagian besar spesies terjadi pada semua habitat utama dan parasit dari hewan lain makan terutama pada hewan kecil dan bentuk kehidupan lainnya yang lebih kecil.

Cacing pipih ditemukan dalam air laut dan segar. Cacing pipih tidak berhubungan dengan siput laut atau moluska lainnya. Meskipun sangat tipis dan halus, cacing pipih adalah karnivora aktif dan pemulung, menggunakan belalai mereka untuk memberi makan pada hewan yang mati atau terluka dan hewan kolonial seperti bryozoa dan lembut-karang. Cacing pipih dapat dengan cepat meluncur di sepanjang bagian bawah dengan menggunakan silia mirip rambut halus yang menutupi tubuh mereka. Ketika terganggu mereka bisa berenang untuk jangka waktu yang cukup lama dengan melemparkan sisi tubuh mereka ke dalam gelombang bergelombang.

Platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata platy yang berarti pipih dan helminthes yang berarti cacing. Jadi, Platyhelminthes berarti cacing pipih. Cacing ini ada yang hidup bebas dan ada yang hidup sebagai parasit. Platyhelminthes yang hidup bebas banyak ditemukan di laut, beberapa hidup di air tawar, dan di tempat-tempat yang lembap. Tubuhnya lunak dan epidermisnya mempunyai silia. Platyhelminthes yang hidup sebagai parasit mempunyai lapisan kutikula, silia yang hilang jika sudah dewasa, mempunyai alat pengisap, dan mungkin memiliki kait untuk menempel.

Platyhelminthes adalah hewan triploblastik, artinya, sudah mempunyai tiga lapisan tubuh, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Namun, Platy- helminthes belum mempunyai rongga tubuh (selom). Dengan demikian, cacing pipih termasuk hewan triploblastik aselomata. Sesuai dengan namanya, bentuk cacing ini pipih seperti daun atau seperti pita. Struktur tubuh memanjang pipih dorsoventral. Bagian tubuh Platyhelminthes dapat dibagi menjadi bagian anterior (depan/kepala), posterior (belakang/ekor), dorsal (pung-gung), ventral (perut), dan lateral (samping).

Sistem pencernaannya

Sistem pencernaannya belum sempurna karena hanya mempunyai mulut tanpa anus, ususnya hanya berupa rongga gastrovaskuler yang terletak di tengah tubuh. Cacing ini tidak memiliki sistem peredaran darah. Perna-pasannya dilakukan dengan seluruh permukaan tubuh, dan melalui rongga gastrovaskuler. Tubuhnya simetri bilateral. Beberapa contoh Platyhelminthes dapat dilihat pada Gambar 8.14.

Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)
Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)

Reproduksi Platyhelminthes dapat terjadi secara aseksual maupunĀ  seksual. Secara aseksual atau vegetatif, yaitu denganĀ  cara pembentukan individu anak dari bagian tubuh individu induknya (Gambar 8.15).

Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)
Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)

Reproduksi platyhelminthes

Reproduksi platyhelminthes secara seksual terjadi dengan perkawinan silang. Pada umumnya, cacing ini bersifat hermafrodit, yang berarti dalam satu individu terdapat alat kelamin jantan dan betina. Akan tetapi, seperti telah disebutkan, perkawinan hanya terjadi antara dua individu yang berlainan.

Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)
Anatomi Cacing Platyhelminthes (Cacing Pipih)

Playtyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria contohnya planaria, Trematoda contohnya Fas- ciola hepatica (perhatikan Gambar 8.16), dan Cestoda contohnya Taenia solium (Gambar 8.17).

Berikut ini kita bahas daur hidup salah satu platyhelminthes yaitu Taenia solium. Reproduksi dan daur hidup Taenia solium dimulai dari lepasnya proglotid tua bersama feses dari tubuh manusia. Tiap ruas berisi ribuan telur yang telah dibuahi. Kemudian, ruas-ruas tersebut hancur dan telur yang telah dibuahi bisa tersebar ke mana-mana. Zigot terus berkembang membentuk larva onkosferdi dalam kulit telur. Jika telur termakan babi, kulit telur dicerna dalam usus, dan larva onkosfer menembus usus masuk ke pembuluh darah atau pembuluh limfe dan akhirnya masuk ke otot lurik. Di otot, larva onkosfer berubah menjadi kista yang terus membesar membentuk cacing gelembung (sistiserkus). Pada dinding sistiserkus berkembang skoleks. Jika seseorang memakan daging tersebut yang belum matang, kemungkinan sistiserkus masih hidup. Di dalam usus manusia yang memakannya, skoleks akan keluar dan akan menempel pada dinding usus, sedangkan bagian gelembungnya akan dicerna. Dari leher, kemudian akan tumbuh proglotid-proglotid.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *