Pengertian dan Sifat Giberelin

Pengertian dan Sifat Giberelin

Berbeda dengan klasifikasi auksin yang diklasifikasikan berdasarkan fungsi, giberelin diklasifikasikan berdasarkan struktur serta fungsi. Semua giberelin yang berasal dari kerangka ent-gibberellane. Struktur kerangka ini derivatif bersama dengan struktur beberapa giberelin aktif ditampilkan di atas. Para giberelin diberi nama GA1 …. Gan di urutan penemuan. Asam giberelat, yang merupakan giberelin pertama yang secara struktural ditandai, adalah GA3. Saat ini 136 Gas diidentifikasi dari tumbuhan, jamur dan bakteri.

Pengertian dan Sifat Giberelin

Pengertian dan Sifat Giberelin

GA adalah luas dan sejauh mana-mana di kedua berbunga (angiosperma) dan non-berbunga (gymnosperma) tanaman serta pakis.

Giberelin Sejarah

Giberelin Biosintesis dan Metabolisme

Giberelin adalah diterpenes disintesis dari asetil CoA melalui jalur asam mevalonat. Mereka semua memiliki baik 19 atau 20 unit karbon dikelompokkan menjadi empat atau lima sistem cincin. Cincin kelima adalah cincin lakton seperti yang ditunjukkan dalam struktur di atas terikat pada cincin A. Giberelin diyakini disintesis dalam jaringan muda dari tunas dan juga biji berkembang. Tidak pasti apakah jaringan akar muda juga memproduksi giberelin. Ada juga beberapa bukti bahwa daun dapat menjadi sumber beberapa biosintesis (Sponsel, 1995; Salisbury dan Ross). Jalur dimana giberelin terbentuk diuraikan di bawah ini dan diilustrasikan pada Gambar 1.
3 molekul asetil KoA dioksidasi oleh 2 molekul NADPH untuk memproduksi 3 CoA molekul sebagai produk samping dan asam mevalonat.
Asam mevalonat kemudian terfosforilasi oleh ATP dan dekarboksilasi untuk membentuk pirofosfat isopentil.
4 molekul ini membentuk geranylgeranyl pirofosfat yang berfungsi sebagai donor untuk semua GA atom karbon.
Senyawa ini kemudian dikonversi menjadi copalylpyrophosphate yang memiliki 2 sistem cincin
Copalylpyrophosphate kemudian dikonversi menjadi kaurene yang memiliki 4 sistem cincin
Oksidasi selanjutnya mengungkapkan kaurenol (bentuk alkohol), kaurenal (bentuk aldehida), dan asam kaurenoic masing-masing.
Asam Kaurenoic diubah menjadi bentuk aldehida GA12 oleh dekarboksilasi. GA12 adalah benar sistem cincin 1st gibberellane dengan 20 karbon.
Dari bentuk aldehida GA12 muncul baik 20 dan 19 giberelin karbon tetapi ada banyak mekanisme yang senyawa lain muncul.
Bahan kimia komersial tertentu yang digunakan untuk pertumbuhan stunt melakukannya sebagian karena mereka memblokir sintesis giberelin. Beberapa bahan kimia ini Phosphon D, Amo-1618, Cycocel (CCC), ancymidol, dan paclobutrazol. Selama pertumbuhan aktif, tanaman akan memetabolisme sebagian besar giberelin oleh hidroksilasi untuk konjugat aktif dengan cepat dengan pengecualian GA3. GA3 yang terdegradasi jauh lebih lambat yang membantu untuk menjelaskan mengapa gejala awalnya terkait dengan hormon dalam bakanae penyakit yang hadir. Konjugasi aktif akan disimpan atau translokasi melalui floem dan xilem sebelum pembebasan mereka (aktivasi) pada waktu yang tepat dan dalam jaringan yang tepat (Arteca, 1996; Sponsel, 1995).

Fungsi Giberelin

Giberelin aktif menunjukkan banyak efek fisiologis, masing-masing tergantung pada jenis giberelin hadir serta jenis tanaman. Beberapa proses fisiologis dirangsang oleh giberelin diuraikan di bawah ini (Davies, 1995; Mauseth, 1991; Raven, 1992; Salisbury dan Ross, 1992).

  • Merangsang membendung elongasi dengan merangsang pembelahan sel dan perpanjangan.
  • Merangsang lari / berbunga dalam menanggapi hari panjang.
  • Breaks dormansi benih di beberapa tanaman yang memerlukan stratifikasi atau cahaya untuk menginduksi perkecambahan.
  • Merangsang produksi enzim (a-amilase) di berkecambah biji-bijian sereal untuk mobilisasi cadangan benih.
  • Menginduksi kelelakian di bunga dioecious (ekspresi seksual).
  • Dapat menyebabkan parthenocarpic (tanpa biji) perkembangan buah.
  • Dapat menunda penuaan daun dan buah jeruk.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan dengan:

  1. Kelainan Kromosom Seks
  2. Anatomi Internal dan External Ginjal
  3. Peran Protein dalam Organisme Hidup
  4. Komponen Enzim dan Cara Kerja Enzim
  5. Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Update: 2 August, 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>